Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 Mei 2015
On 5/13/2015 04:45:00 PM by KBM FT UNM in Renungan No comments
ditulis oleh: Abu Muhammad Risaluddin (Alumni LDF-RM FT UNM '09)
Kematian, sebuah hal yang sering menghantui kita semua, termasuk saya. Kematian akan menghancurkan bangunan-bangunan impian yang telah dan sedang kita usahakan. Lalu apa? Kita akan dimasukkan ke dalam lubang berukuran sempit, bernama kuburan.
Kematian, sebuah hal yang sering menghantui kita semua, termasuk saya. Kematian akan menghancurkan bangunan-bangunan impian yang telah dan sedang kita usahakan. Lalu apa? Kita akan dimasukkan ke dalam lubang berukuran sempit, bernama kuburan.
Kematian, sangat efektif
menghancurkan semua kengkuhan dan keserakahan.
Kematian, mampu menghentikan paksa semua bentuk kedurhakaan kepada-Nya
yang Mahalembut kepada hamba-hambaNya.
Mungkin ada rasa ngeri dan belum
siap menghadapi kematian. Salah satu
alasannya adalah menggunungnya dosa.
Belum ada jaminan bagi kita bahwa
dosa kita telah diampuni. Pun, kita
minta ampun seringkali setengah hati –tanpa diiringi tangisan penyesalan. Begitu juga yang saya rasakan. Tapi, apakah akan terus menerus dalam
perasaan tidak siap? Sementara kemtian
akan dating, entah kita siap atau tidak.
Sejak dini, kita harus sudah
bersiap-siap menghadapi kematian. Harus
banyak mengingat kematian, seperti pesan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam, “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian)”.
Istiqomahlah
Hidup dalam keistiqomahan memang
berat. Mungkin –sering- kita berhasil
meninggalkan sebuah kebiasaan buruk atau rutin melakukan suatu ibadah beberapa
waktu lamanya. Tapi itu bukan jaminan
bahwa kita sudah istiqomah. Boleh jadi
–bahkan sering baru beberapa hari- kita sudah merasa istiqomah- ternyata justru
hari itu kita kembali future. Memang berat. Kita harus bersabar. Sabar dalam menjalankan ketaatan dan sabar
dalam menjauhi kemaksiatan.
Semakin sulit lagi, jika kita
telah dikuasai setan akibat gelapnya hati karena keseringan bermaksiat. Setan akan mudah menyetir kita. Semua keinginan setan dituruti, dan ini artinya
semakin banyak kemaksiatan kita lakukan.
Na’udzu billahi min dzalik
Apakah kita siap menghadap
Allah? Sementara maksiat-maksiat dan
dosa-dosa kita sudah begitu menggunung?
Jujur, kita (saya) belum siap. Tapi,
apakah malaikat mau menunggu sampai kita siap?
Tidak! Jika demikian
kenyataannya, tiada jalan lain, kita harus mulai bersiap.
Meski dosa begitu menumpuk,
janganlah putus asa. Tetaplah
berprasangkan baik kepada Allah, sebagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wa sallam sabdakan, “Innii ‘alaa dzhonni ‘abdiy” (Sesungguhnya Aku
bergantung pada persangkaan hambaku).
Kini, saya berharap dan berprasangka baik bahwa Allah al-ghofuururrohiim
akan mengampuni segala dosa-dosaku. Dan
kita harus berprasangka baik bahwa Allah akan member taufik kepada kita untuk
meninggalkan dosa-dosa dan kebiasaan buruk kita serta menjadikan kita cinta
untuk bertaqorrub kepada-Nya.
Ketahuilah, hidup di jalan Allah
lebih sulit daripada mati di jalan Allah.
Wahai diri, tetaplah istiqomah.
Allahummaghfirly wa liwaalidayya
warhamhumaa kamaa rabbayaanii shogiiro..
Allahumma inni as’aluka khusnul
khotimah wa a’uudzu bika min su’il khotimah..
Masjid Hijaz Depok, 15 Dzulqo’dah 1435/10-9-2014, 11.07 pm
On 5/13/2015 04:28:00 PM by KBM FT UNM in Renungan No comments
ditulis oleh: Abu Muhammad (Alumni LDF RM FT-UNM '09)
Sudah masyhur di kalangan anak-anak, ratusan tontonan di TV yang
ber-genre action. Di antara
tokoh-tokoh dalam fim tersebut ada yang menyebut diri mereka sebagai
“Penyelamat Bumi”. Tersebutlah, Power
Ranger misalnya, dengan segala variasinya, Power Ranger beranggotakan lima
pahlawan (anka warna) ini bertugas menjaga bumi dari monster-monster jahat yang
datang dari luar angkasa. Begitu pula
tokoh-tokoh lain semisal Superman, Batman, Satria Baja Hitam, Avatar dan
lain-lain. Pertanyaannya, pantaskan
mereka dijuluki “Sang Penyelamat Bumi”?
jangankan menjaga bumi, bahkan mereka semua hanyalah tokoh fiktif hasil
khayalan orang-orang yang menghayalkannya.
Masalahnya bukan hanya sekadar itu, tapi kini anak-anak kita banyak
yang bermimpi bahkan bercita-cita suatu saat kelak akan bisa seperti
tokoh-tokoh “Penyelamat Bumi” itu.
Bahkan ada yang sampai terbawa dalam mimpi saat ia tidur –sebagaimana
yang pernah dialami penulis semasa kanak-kanak dulu- Wallahul musta’an.
Menjaga dan mengelola bumi merupakan tugas mulia. Merupakan cita-cita mulia jika anak-anak kita
mendambakannya. Amanah menjaga dan
mengelola bumi diberikan langsung oleh Allah -yang menciptakan langit dan bumi
dan apa yang ada di antara keduanya- kepada manusia, makhluk yang lemah, dzolim
dan bodoh.
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan
amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk
memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu
dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh” (Terjemah QS.
Al-Ahzab ayat:72)
Lantas, bagaimana kita mejadi penyelamat bumi dari kehancuran? Apakah harus memiliki kekuatan super? Ataukah memiliki teknologi mutakhir? Jawabannya, tidak perlu seperti itu. Untuk merealisasikan cita-cita anak-anak kita
menjadi “penyelamat bumi” yaitu dengan mengarahkan mereka mempelajari tauhid, mengamalkan
dan mendakwahkannya kepada manusia.
Demikianlah, mentauhidkan/mengesakan Allah adalah tujuan diciptakannya
manusia dan jin.
“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan
manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” (Terjemah QS. Adz-Dzariat:56)
“Liya’buduun” (Agar mereka menyembah-Ku) dalam ayat tersebut
ditafsirkan oleh para ulama dengan “Liyuwahhiduun” (agar mereka
mentauhidkan-Ku).
Dengan merealisasikan Tauhid, maka keamanan dan kesejahteraan bumi akan
tetap terjaga.
“... dan Dia benar-benar mengubah
keadaan (mereka), setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun...” (QS.
An-Nur:55)
Allah akan menjadikan bumi ini tetap aman jika penguninya tetap
menyembah dan mentauhidkan Allah azza wa jalla. Disini bisa kita simpulkan, para “Penyelamat
Bumi” adalah orang-orang yang mentauhidkan Allah.
Tidak lupa, “Penyelamat Bumi” tersebut juga harus memahami tentang
syirik –yang merupakan lawan dari tauhid.
Agar mereka tidak melakukan hal-hal kesyirikan. Dan agar mereka
mengingatkan manusia dari bahayanya kesyirikan.
Bumi ini akan kembali dalam ketidakamanan jika kesyirikan merajalela.
Mari menjadi “Penyelamat Bumi” dengan menjadi penyeru di jalan Tauhid.
Jonggol, 4 Rajab 1436/3-5-2015, 8.11 am
@ MQ
Kamis, 03 April 2014
Ansharullah Yang Ingin Hidup Seuntai nasihat bagi calon penyoblos dan peng gol put pra pemilu .. Ternyata bukan hanya aq yg menyadari apa hakikat dr janji2 para caleg krn semua itu pastilah bohong.. Krn begitu banyak kata2 manis telah diumbar misal'y "yg salah tetaplah salah, yg benar tetaplah benar itulah indonesia dlm berhukum".. Bantahan "semua org tahu akan hal itu, tp apakah ia akan menginggat dirinya ketika dunia telah dbukakan untuknya" ketika uang& jabatan menjadi segalanya.. Maka mana umat islam yg ingin bangkit? Apakah hanya sbuah wacana tanpa ada tindakan..? Sebuah prkataan "jangan cari caleg yg banyak trdapat dipohon2 dipinggir jalan atw ditiang listrik tp carilah caleg yg shalat jama'ah subuh dmasjid".. Aq memilih bukan krn apa tp semua terpaksa demi mengurangi mudharat untuk ummat..siapa bilang lw memilih akan tegak syariat islam.tdk sama skali tp hanya untk maslahat..bukankah Allah menjajikan pertolonganNya jika telah berusaha..jd apakah gol put termasuk dr usaha? Tentu TIDAK, tdk sm skali..liatlah kisah nabi ibrahim ketika dperintahkan Allah agar memanggil manusia untuk brhaji tp pd saat itu tdk ada khidupan dskitar ka'bah(Qs.alhajj:27)..?tp sekarang liatlah ka'bah ditadangi dr sluruh pnjuru dunia..itulah JANJI ALLAH dan janjiNya tdk pernah di ingkariNya. "..wa'dallaah, Inna wa'dallaahi haqqon"
from massege in facebook account of Zainal bin Jamal, barakkallahu fikum.
So We Need To Say, Bukanlah yang menjadi
permasalahan ketika harus memilih atau tidak memilih, melainkan pilihan mana
yang terbaik untuk kita pilih, pilihlah yang memberi manfaat terhadap agama dan
bangsa lebih banyak. Wallahu’alam
Senin, 24 Maret 2014
Setiap muslim ada yang mengalami masa semangat dan
ada yang mengalami rasa malas. Namun ada rasa malas yang tercela dan ada yang
masih terpuji. Dan rasa malas yang datang ini sifatnya naluri yang bisa jadi
ditemukan ketika beramal atau ketika kita menuntut ilmu.
Setiap Orang Bisa Futur (Kendor Semangat)
Sesungguhnya dosa-dosa itu punya bahaya terhadap hati, badan, agama dan akhirat, sebagaimana akan kita lihat di dalam pembahasan kali ini. Allah subhanah wata’ala berfirman:
“Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian).”[TQS.Asy-Syura’:30]
Beberapa waktu yang lalu LDF Raudhatul Mujaddid telah melaksanakan Kajian Buku dari rangkaian Kegiatan Muktamar dengan mengangkat tema : Selamtkan Hati dari Tipu Daya Syaitan ; mengkaji buku Gizi Hati Karya/karangan Syaikh DR. Ahmad Farid. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Ahad 7 Jumadil Ula 1435H / 9 Maret 2014 ini memenuhi masjid Ulil Albab UNM Parangtambung, sekitar ratusan peserta kajian buku cukup antusias mendengarkan materi yang dibawakan oleh Ust. Taufan Djafri.
Buku yang dikaji merupakan salah satu buku yang terbaik mengenai Tazkiyatun Nufs, Gizi Hati yang judul aslinya Al Bahrur Raiq. Buku itu bertutur secara mendalam tentang hati, dan bagaimana
menjaganya agar tidak terkotori. Bagian demi bagian memberikan
pengingatan yang sangat berharaga bagi kita yang sering dibuat lelah
mengejar dunia.
Buku ini menjadi buku terbaik karena didalamnya betul-betul jernih yang dimana disebutkan bahwa didalam buku ini jauh dari dalil-dalil yang tidak shahih sehingga menjadi samudera yang jernih untuk kita menyelami ilmu tazkiyatun nufs.
Dr. Ahmad Farid menggambarkan hati bagi
anggota badan ibarat raja yang mengendalikan seluruh prajurit. Apa pun
yang ke luar dari anggota badan adalah hasil instruksi hati sehingga
hati bisa mempergunakan anggota badan kepada sesuatu yang
dikehendakinya. Darinya, anggota badan akan lurus dan tersesat. Anggota
badan pun akan mengikuti tekad yang telah diikat atau dilepaskan oleh
hati.
Hati ibarat raja bagi anggota badan sehingga
anggota badan melaksanakan apa yang diinstruksikan hati. Ia menerima
bimbingan yang datang dari hati. Amal perbuatannya tidak akan lurus
sebelum ia ke luar dari tujuan dan niat hati. Hati bertanggung jawab
atas semua amal perbuatan anggota tubuh. Karena setiap pemimpin
bertanggung jawab atas kepemimpinannya.
Milikilah hati yang selalu berusaha
menyerahkan diri secara totalitas kepada Tuhan dalam setiap gerak dan
diamnya. Dengan itu hati akan menjadi bersih dan lurus, terhindar dari
ketertipuan, kesesatan dan kejahatan.
Semoga Allah berkenan menjaga dan membersihkan hati kita dari segala kekotoran. Amin.
Jumat, 15 November 2013
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga
terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.
Hari Jum’at merupakan hari yang mulia. Bukti kemuliaannya, Allah
mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa
amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya, khususnya
pelaksanaan shalat Jum’at berikut amal-amal yang mengiringinya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari
Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga
ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. . . .
" (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits
Aus bin Aus)
Pada dasarnya, tidak dibolehkan menghususkan ibadah tertentu pada
malam Jum’at dan siang harinya, berupa shalat, tilawah, puasa dan amal lainnya
yang tidak biasa dikerjakan pada hari-hari selainnya. Kecuali, ada dalil khusus
yang memerintahkannya. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radliyallaahu
'anhu, bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda;
“Janganlah
menghususkan malam Jum’at untuk mengerjakan shalat dari malam-malam lainnya,
dan janganlah menghususkan siang hari Jum’at untuk mengerjakan puasa dari
hari-hari lainnya, kecuali bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukan oleh
salah seorang kalian.” (HR. Muslim, al-Nasai, al-Baihaqi, dan
Ahmad)
berikut sunnah-sunnah di hari jumat.
Yuk ilmui lalu amalkan,
1. Memperbanyak Sholawat Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.”(Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
2. Mandi Jumat
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
3. Menggunakan Minyak Wangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)
5. Sholat Sunnah Semampunya
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
6. Mendengarkan Khotbah Jum'at
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat
Rasulullah bersabda yang artinya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)
8. Membaca Surat Al Kahfi
“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at, Allah akan menerangi untuknya sebuah cahaya antara dirinya dan Al-Bait Al-‘Atîq (Ka’bah).” Diriwayatkan oleh Ad-Darimy, Al-Baihaqy
1. Memperbanyak Sholawat Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.”(Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
2. Mandi Jumat
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
3. Menggunakan Minyak Wangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barang siapa mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu sholat sesuai yang ditentukan baginya dan ketika imam memulai khotbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Bersegera Untuk Berangkat ke Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)
5. Sholat Sunnah Semampunya
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
6. Mendengarkan Khotbah Jum'at
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
7. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat
Rasulullah bersabda yang artinya, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)
8. Membaca Surat Al Kahfi
“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at, Allah akan menerangi untuknya sebuah cahaya antara dirinya dan Al-Bait Al-‘Atîq (Ka’bah).” Diriwayatkan oleh Ad-Darimy, Al-Baihaqy
Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya
pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut ini kami sebutkan
beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.
1. Dari
Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka
dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq."
(Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta
dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)
2. Dalam
riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka
akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim:
2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij
al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah
hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya
dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)
3. Dari
Ibnu Umar radhiyallahu
'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
“Siapa
yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari
bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan
diampuni dosanya antara dua jumat.”
Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin
Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab
at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”
Wallahu muwaffiq,
Takeit from voa-islam
Selasa, 12 November 2013
On 11/12/2013 07:08:00 AM by KBM FT UNM in Renungan No comments
Disunnahkan mempernyak puasa pada bulan Muharram;
Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram.”
...
Terutama puasa tanggal 9 (Tasu'a) dan 10 ('Asyura) Muharram, minimal tanggal 10 saja;
“Puasa hari ‘Asyura (10 Muharram), aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.”
Disunnahkan juga puasa Tasu’a (9 Muharram).
Tahun ini 2013, Insya Allah bertepatan hari RABU 13 November 2013.
Semoga Allah Memudahkan..
Hadis-Hadis Seputar Puasa ‘Asyura:
1. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, bersabda :
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa ‘Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)
2. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam , berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan bulan Ramadhan.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda:
“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian“
Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa.
(H.R. Bukhari dan Muslim)
4. Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda :
“Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“
(H.R. Bukhari dan Muslim)
5. Imam Ahmad dalam Musnadnya membawakan tambahan:
“Hari ‘Asyura adalah hari ketika perahu Nabi Nuh berlabuh di bukit Judiy, lalu Nabi Nuh berpuasa sebagai bentuk syukur.”
Bagaimana Berpuasa ‘Asyura ?
Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :
- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (tgl 9, 10 & 11).
- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits.
- Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.
Puasa sebanyak tiga hari (9, 10,dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan sebagai berikut :
1. Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat.
2. Dimasukkan dalam puasa tiga hari setiap bulan.
jadi mari kita berpuasa mulai dari hari RABU 13 November 2013 yang bertepatan dengan 9 Muharram. Semoga Bermanfaat..wallahu'alam
takeit from fb/sholat.tahajud
Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharram.”
...
Terutama puasa tanggal 9 (Tasu'a) dan 10 ('Asyura) Muharram, minimal tanggal 10 saja;
“Puasa hari ‘Asyura (10 Muharram), aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu.”
Disunnahkan juga puasa Tasu’a (9 Muharram).
Tahun ini 2013, Insya Allah bertepatan hari RABU 13 November 2013.
Semoga Allah Memudahkan..
Hadis-Hadis Seputar Puasa ‘Asyura:
1. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, bersabda :
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa ‘Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)
2. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam , berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan bulan Ramadhan.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda:
“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian“
Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa.
(H.R. Bukhari dan Muslim)
4. Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda :
“Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“
(H.R. Bukhari dan Muslim)
5. Imam Ahmad dalam Musnadnya membawakan tambahan:
“Hari ‘Asyura adalah hari ketika perahu Nabi Nuh berlabuh di bukit Judiy, lalu Nabi Nuh berpuasa sebagai bentuk syukur.”
Bagaimana Berpuasa ‘Asyura ?
Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :
- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (tgl 9, 10 & 11).
- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits.
- Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.
Puasa sebanyak tiga hari (9, 10,dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan sebagai berikut :
1. Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat.
2. Dimasukkan dalam puasa tiga hari setiap bulan.
jadi mari kita berpuasa mulai dari hari RABU 13 November 2013 yang bertepatan dengan 9 Muharram. Semoga Bermanfaat..wallahu'alam
takeit from fb/sholat.tahajud
Kamis, 26 September 2013
Air susu dibalas air
tuba katanya. Huh… mau diapakan orang seperti ini?
Sadar Dulu
Sebelum kamu memutuskan
untuk membalas dendam, cobalah renungkan kembali perkara penting berikut ini.
Cobalah sadari bahwa kamu sebenarnya tidak hidup di dunia sendirian. Benar
bukan? Ada banyak manusia yang hidup disekitar kamu. Nah, siap hidup di
tengah-tengah manusia maka harus siap pula kalau suatu saat terjadi benturan
pemikiran, kepentingan dan masalah dengan orang lain. Karena manusia
berbeda-beda dalam pikiran, moral dan prilaku, kebiasaan dan adat. Jadi wajar
saja bila kamu akan menemukan konflik, atau kadang disakiti, dicurigai bahkan
dihina oleh orang lain. Jadi jangan terburu melampiaskan kemarahan dan dendam
pada orang lain. Pahami juga bahwa ada unsur lain yang juga ikut
“ngipas-ngipasi” perseturuanmu dengan orang lain. Dulu nabi Shallallahu ‘alaihi
Wasallam pernah bersabda
“Setan mengalir dalam tubuh anak adam bersama mengalirnya
darah di dalam pembuluhnya” (riwayat Al Bukhari)
Kalau kamu buru-buru
marah dan balas dendam sama artinya memberikan kemenangan pada setan yang sudah
merencanakan dan memprovokasi kamu berdua. Bias-bisa setan akan tertawa
kegirangan melihat kamu berdua yang sama-sama muslim berkelahi karena masalah
sepele.
Jadi, jalan terbaik
untuk mengalahkan setan adalah menahan
diri dari terburu-buru marah. Syukur-syukur kamu segera melakukan hal kedua
yang bias menDROP OUT(DO) setan
dalam masalah ini. yaitu segera memberikan maaf pada temanmu yang salah tadi.
Emm, bila kamu benar-benar mampu menahan marah, mengendalikan diri dan tak
membalas berarti kamu menyimpan energy dahsyat dalam dirimu. Energy ini akan
semakin membuatmu semakin kuat dan
tambah kuat bila semakin dilatih dan diasah. Ya, inilah orang yang kuat
dan penuh energy sejati. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Nabi Muhammad
Shallallahu ‘alaihi Wasallam
“Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam gulat,
namun orang yang kuat sebenarnya adalah orang yang mampu menguasai dirinya di
saat marah.”(muttafaq alaih)
Nah, benar kan? Orang
yang mampu mengangkat besi seberat 10 kilogram atau 20 kilogram memang disebut
kuat secara fisik, tapi belum bias dikatakan sebagai manusia terkuat. Manusia
yang kuat dan penuh energy adalah orang yang sanggup menahan diri dari
melampiaskan kemarahannya. Tidak terburu membalas orang yang berbuat buruk pada
kita, atau kerabat kita.
Gaya orang besar VS Anak Manja
Coba kita lihat karakter
manusia-manusia istimewa dan penuh energy seperti umar bin Khattab. “Kullun
naasi minni fi hillin” katanya. Semua orang terhadapku sudah kuhalalkan, begitu
kurang lebih artinya. Dia maafkan muslim manapun, termasuk yang pernah berbuat
buruk terhadapnya. Kamu sudah seperti ini atau belum, tanyakan pada dirimu
masing-masing.
Orang-orang berkarakter
seperti umar inilah yang kuat dan penuh energy. Sebaliknya orang yang selalu
melampiaskan dendam dan kemarahannya itu kenaka-kanakan banget. Misalnya
gara-gara ibu tidak ngasih uang jajan atau tidak dibelikan motor-motoran si
anak merajuk, ngambek dan ogah makan. Balas dendam ala si kecil.
Sang pendendam tidak ada
bedanya dengan si anak manja ini. Walau badan sudah gedhe,umur semakin tua
namun bila tak bias menahan kemarahan dan dendam maka dia tidak ada bedanya
dengan anak manja tadi. Saudaraku yang ku cintai karena Allah, enggak suah
nunjuk-nunjuk orang lain tentang masalah ini, namun setiap kita memang harus
senantiasa mengoreksi diri, setuju?
Karakter buruk pemarah
tidak ditemukan pada manusia-manusia besar, pemilik jiwa-jiwa teladan dan
pemimpin sejati. Mereka tidak menganggap kemarahan dan dendam sebagai bentuk
keberhasilan apalagi kesuksesan dalam hidup. Tapi sukses besar menurut ‘manusia
besar’ adalah memberikan maaf pada orang lain. Manusia besar akan selalu ingat
pada keberuntungan gedhe yang disebutkan dalam ayat yang artinya,
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah
(kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu
dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat
setia. Sifat-sifat baik itu tidak dianugrahkan melainkan kepada orang-orang
yang sabar dan tidak dianugrahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai
keberuntungan yang besar. (Fussilat : 35)
Yaitu balaslah keburukan
dengan kebaikan. Balas saja kejelekan dengan kebaikan, kesalahan dengan
kemaafan, kemarahan dengan kesabaran.
Dengan cara yang lebih
baik di sini diantaranya dengan mengucapkan salam apabila berjumpa dengan orang
yang memusuhi, atau ada juga yang berjabat tangan apabila bertemu. Demikian
kata Mujahi dan Atha’, dua ulama besar di amas tabi’in.
Ternyata memaafkan tidak
membuat hati jadi sumpek dan pikiran kusut atau dahi berkerut. Bahkan
sebaliknya, memaafkan malahn membuat hati lebih longgar dada lebih lebar dan
semua urusan jadi kelar. Bahkan orang yang memusuhimu pun akan jadi sadar. “Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan
antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”
Musuh bebuyutan tujuh
turunan pun bias menjelma menjadi teman yang kelewat akrab. Luar biasa bukan?
Keberuntungan orang yang
gemar memaafkan belum lagi usai. Ia akan
dijanjikan pahala besar oleh Allah, dan bias masuk surge yang penuh dengan
kenikmatan.
Sukses besar ini tak
pernah diaraih oleh orang-orang yang memiliki sifat pemarah, hobi membenci
apalagi suka balas dendam.
Kamulah yang Mulia
Keberuntungan bersifat
memaafkan belum ada habis-habisnya. Orang yang gemar memaafkan akan semakin
mulia di sisi Allah. Jangan lupa, kalau seseorang sudah mulia di sisi Allah
pasti ia akan jadi mulia juga di tengah-tengah manusia. Ia nggak bahkan kalah tinggi
dibandingkan para pejabat, konglomerat atau pesawat (?). karena manusia
memuliakan dan mencintai manusia dengan hatinya tidak sekedar badannya.
“Tidaklah Allah menambah pada seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan. Dan
tidaklah seorang rendah hati karena Allah kecuali Allah akan meninggikan orang
tersebut” (Riwayat Muslim)
Salah satu bentuk
tawadhu’-kerendahan hati- adalah dengan memberikan maaf pada orang lain. Bahkan
memaafkan merupakan bentuk kerendahan hati yang teristimewa. Selamat,berbahagiahlah
dan sukses dengan pemeberian maafmau.Kamu hebat!
[dikutip dari majalah
Elfata edisi 12 volume 11 2011,iam]
[download buletin]Kamis, 04 Oktober 2012
On 10/04/2012 08:41:00 AM by KBM FT UNM in Renungan No comments
Hari ini dapat nilai jelek, diputusin
pacar (baca; kekasih haram), kehilangan barang, dipermalukan di depan umum
gara-gara masalah sepele. Hal-hal ini
kadang membuat kita galau, dongkol, sedih, malu dan berjuta perasaan tidak
mengenakkan lainnya. Lantas, untuk
mengobatinya, sebagian orang melakukan aktifitas yang disebut ‘curhat’. Kebanyakan orang curhat pada orang-orang
dekatnya, ada yang ke ortu, sahabat, saudara, pacar(bagi mereka yang belum tau
bahwa hukum pacaran adalah tidak dibenarkan dalam Islam).
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Kalender
Cari Penginapan?
Pondok | Tempat Kost | Aman insyAllah terjamin
Popular Posts
-
Belakangan ini demonstrasi sudah bisa dikatakan sangat lumrah di negara kita. Banyak orang mengatakan bahwa “demonstrasi” a...
-
Sungguh Allah telah membukakan hati-hati hambaNya dengan hidayah keimanan. Dengan keimanan itulah Allah melunakkan hati-hati hambaNya unt...
-
Assalamu’alaikum …Segala puji kita panjatkan hanya kepada Allah Subhana wa ta’ala, shalawat dan salam semoga tetap kita curahkan kepada bag...









