Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Tampilkan postingan dengan label Admin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Admin. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2015

On 1/26/2015 08:12:00 PM by KBM FT UNM in    No comments
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu :
Dunia akan pergi berlalu, dan akhirat akan datang menjelang, dan keduanya mempunyai anak-anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Sesungguhnya pada hari ini hanya ada amal tanpa hisab (perhitungan), dan besok hanya ada hisab (perhitungan) tanpa amal.” (HR. Al-Bukhari secara mu’allaq).
Akankah kita membekali diri kita bagaikan si buta di tengah rimba belantara tak tahu apa yang akan menimpanya. Padahal bahaya itu sebuah kepastian yang telah tersedia.

Akankah kita bergelimang dalam kebodohan, padahal kebodohan adalah lambang kejumudan. Lalu, tidakkah kita ingin sukses dan jaya di negeri akhirat nanti. Lalu apa yang menghalangi kita untuk segera meraup ilmu dien (agama), sebagaimana kita berambisi meraup ketinggian ilmu dunia karena tergambar suksesnya masa depan kita?
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah!
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengumpulkan keutamaan ilmu ini dalam 13 point:
1. Bahwa ilmu dien adalah warisan para nabi Shallallaahu alaihi wa Salam, warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda:
“Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak.” (HR. Tirmidzi).
2. Ilmu itu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah mati, tetapi harta yang jadi rebutan manusia itu pasti akan sirna. Setiap kita pasti kenal Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, gudangnya periwayatan hadits, sehingga beliau menjadi sasaran bidik kejahatan kaum Syi’ah dengan tuduhan-tuduhan keji yang dilancarkannya terhadap diri beliau, dalam rangka menghancurkan Islam dan kaum muslimin.
Dari segi harta Abu Hurairah Radhiallaahu anhu memang termasuk golongan fuqara’ (kaum papa), memang hartanya telah sirna, tapi ilmunya tak pernah sirna, kita semua masih tetap membacanya. Inilah buah seperti yang tersebut dalam hadits Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam :
“Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah, atau ilmu yang dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya.”
3. Ilmu, sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan, tak perlu gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya. Cukup disimpan dalam dada dan kepalanya, bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya sehingga memberi rasa nyaman dan aman, lain halnya dengan harta yang semakin bertumpuk, semakin susah pula untuk mencari tempat menyimpannya, belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya.
4. Ilmu, bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah. Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini? Inilah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwasanya tidak ada Illah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Illah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ali Imran: 18).
Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat sana.
5. Para ulama (Ahli ilmu syari’at), termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan supaya orang mentaatinya, tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya, sebagaimana firmanNya:
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu.” (An-Nisa: 59).
Ulil Amri, menurut ulama adalah Umara’ dan Hukama’ (Ahli Hikmah/Ahli Ilmu/Ulama). Ulama berfungsi menjelaskan dengan gamblang syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengajak manusia ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Umara’ berfungsi mengoperasionalkan jalannya syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengharuskan manusia untuk menegakkannya.
6. Para ulama, mereka itulah yang tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga datangnya hari kiamat. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda:
“Barangsiapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kehendaki padanya kebaikan, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan fahamkan dia dalam (masalah) dien. Aku adalah Al-Qasim (yang membagi) sedang Allah Azza wa Jalla adalah yang Maha Memberi. Umat ini akan senantiasa tegak di atas perkara Allah, tidak akan memadharatkan kepada mereka, orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang putusan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Al-Bukhari).
Imam Ahmad mengatakan tentang kelompok ini: “Jika mereka bukan Ahlu Hadits maka aku tidak tahu siapa mereka itu”.
7. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menggambarkan para pemilik ilmu dengan lembah yang bisa menampung air yang bermanfaat terhadap alam sekitar, beliau bersabda, yang artinya:
Perumpamaan dari petunjuk ilmu yang aku diutus dengannya bagaikan hujan yang menimpa tanah, sebagian di antaranya ada yang baik (subur) yang mampu menampung air dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak, di antaranya lagi ada sebagian tanah keras yang (mampu) menahan air yang dengannya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan manfaat kepada manusia untuk minuman, mengairi tanaman dan bercocok tanam. Dan sebagian menimpa tanah tandus kering yang gersang, tidak bisa menahan air yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Maka demikianlah permisalan orang yang memahami (pandai) dalam dien Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memanfaatkan apa yang dengannya aku diutus Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia mempelajari dan mengajarkan. Sedangkan permisalan bagi orang yang tidak (tidak memperhatikan ilmu) itu (sangat berpaling dan bodoh), dia tidak menerima petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dengannya aku diutus. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
8. Ilmu adalah jalan menuju Surga, tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu. Sabdanya:
Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim).
9. Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. Tidaklah akan menjadi baik melainkan orang yang berilmu, sekalipun bukan jaminan mutlak orang yang (mengaku) berilmu mesti baik.
Sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Salam :
“Siapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kehendaki kebaikan, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan pahamkan dia (masalah) dien.” (Al-Bukhari).
10. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bermuamalah dengan para hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala.
11. Orang ‘alim (berilmu) adalah cahaya bagi manusia lainnya. Dengan dirinyalah manusia dapat tertunjuki jalan hidupnya. Jamaah sekalian tentunya ingat kisah seorang pembunuh yang menghabisi 100 nyawa. Dia bunuh seorang ahli ibadah sebagai korban yang ke-100 karena jawaban bodoh dari si ahli ibadah yang menjawab bahwa sudah tak ada lagi pintu taubat bagi pembunuh nyawa manusia. Akhirnya dia datang kepada seorang ‘alim, dan disana ia ditunjukkan jalan taubat, maka diapun mendapatkan penerangan bagi jalan hidupnya.
12. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengangkat derajat Ahli Ilmu (orang alim) di dunia dan akhirat. Di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala angkat derajatnya di tengah-tengah umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang dia tegakkan. Dan di akhirat akan Allah Subhanahu wa Ta’ala angkat derajat mereka di Surga sesuai dengan derajat ilmu yang telah diamalkan dan didakwahkannya.
Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam surat Mujadilah: 11 telah berfirman:
“Niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
artikel khutbah jum'at

Minggu, 25 Januari 2015

On 1/25/2015 10:54:00 PM by KBM FT UNM in    No comments
Bismillah,
sabtu 3 Rabi'ul akhir 1436 hijriah Masjid Mushab bin Umair kembali dimeriahkan dengan salah satu kegiatan, Pembukaan Muktamar LDF Raudhatul Mujaddid XXIII. Kegiatan yang rutin akan dilaksanakan di akhir kepengurusan lembaga dakwah fakultas, generasi berlanjut.
Acara dibuka oleh pembina, ayahanda DR Faisal Amir M.Pd., memberikan semangat bahwa pemuda itu harus terus berkarya, berilmu dan bertakwa, Semoga beliau senantiasa dijaga oleh Allah subhana wata'ala. Nasehat tersebut membakar semangat para pengurus yang semuanay adalah pemuda.

Acara berlanjut menuju ke tempat muktamar di masjid smp it wahdah islamiyah. Pembahasan yang cukup panjang demi memperbaiki barisan dan mengokohkan agar bahtera tak tenggelam, begitulah semangat yang ingin di raih di akhir masa kepengurusan al akh Kahar [ketua LDF Raudhatuk mujaddid 1435-1436]. Membangun militansi perjuangan berbasis dakwah dan tarbiyah menuju kampus yang islami.

di akhir acara, momen yang cukup ditunggu-tunggu, dipilihnya nahkoda baru. Tim formatur yang terdiri dari BP, SC, dan DPO yang diantaranya alumni, ustad, dan pembina setelah berudning dan memutuskan memilih al akh Muh Ridwan [Mahasiswa ang.2012 jurusan pendidikan teknologi pertanian] sebagai ketu Umum yang baru LDF Raudhatul Mujaddid FT UNM.


Senin, 12 Januari 2015

On 1/12/2015 08:54:00 AM by KBM FT UNM in    No comments
Bismillah
Dengan mengharap ridho Allah subhanawata’ala
LDF Raudhatul Mujaddid
Present:
Lomba Semarak Muktamar XXIII
LDF Raudhatul Mujaddid FT-UNM 1436 H

1.  Lomba Kultum
-kultum diadakan ketika ba’da solat dhuhur di masjid mushab bin umair ft-unm
-dengan membawakan materi sesuai dengan tema yang disediakan, memilih 1 diantara 2
-tema 1:Al-Qur’an | tema 2:Menuntut Ilmu

2. Lomba menulis Buletin Jum’at
-menginput tulisan ke dalam bulletin jum’at at-tarbiyah
(format dapat diambil di (raudhatulmujaddid.tk) atau minta di Akh.ilham[2011])
-hasil di kirim di attarbiyahmenulis@gmail.com atau kumupul hasil print di Akh.ilham[2011]
- dengan membawakan materi sesuai dengan tema yang disediakan, memilih 1 diantara 2
-tema 1:Al-Qur’an | tema 2:Menuntut Ilmu

Download buletin [DISINI]



Kamis, 03 April 2014

On 4/03/2014 08:38:00 AM by KBM FT UNM in , ,    No comments
Ansharullah Yang Ingin Hidup Seuntai nasihat bagi calon penyoblos dan peng gol put pra pemilu .. Ternyata bukan hanya aq yg menyadari apa hakikat dr janji2 para caleg krn semua itu pastilah bohong.. Krn begitu banyak kata2 manis telah diumbar misal'y "yg salah tetaplah salah, yg benar tetaplah benar itulah indonesia dlm berhukum".. Bantahan "semua org tahu akan hal itu, tp apakah ia akan menginggat dirinya ketika dunia telah dbukakan untuknya" ketika uang& jabatan menjadi segalanya.. Maka mana umat islam yg ingin bangkit? Apakah hanya sbuah wacana tanpa ada tindakan..? Sebuah prkataan "jangan cari caleg yg banyak trdapat dipohon2 dipinggir jalan atw ditiang listrik tp carilah caleg yg shalat jama'ah subuh dmasjid".. Aq memilih bukan krn apa tp semua terpaksa demi mengurangi mudharat untuk ummat..siapa bilang lw memilih akan tegak syariat islam.tdk sama skali tp hanya untk maslahat..bukankah Allah menjajikan pertolonganNya jika telah berusaha..jd apakah gol put termasuk dr usaha? Tentu TIDAK, tdk sm skali..liatlah kisah nabi ibrahim ketika dperintahkan Allah agar memanggil manusia untuk brhaji tp pd saat itu tdk ada khidupan dskitar ka'bah(Qs.alhajj:27)..?tp sekarang liatlah ka'bah ditadangi dr sluruh pnjuru dunia..itulah JANJI ALLAH dan janjiNya tdk pernah di ingkariNya. "..wa'dallaah, Inna wa'dallaahi haqqon"
from massege in facebook account of Zainal bin Jamal, barakkallahu fikum.
So We Need To Say, Bukanlah yang menjadi permasalahan ketika harus memilih atau tidak memilih, melainkan pilihan mana yang terbaik untuk kita pilih, pilihlah yang memberi manfaat terhadap agama dan bangsa lebih banyak. Wallahu’alam

Senin, 24 Maret 2014

On 3/24/2014 10:34:00 PM by KBM FT UNM in , , ,    No comments


Setiap muslim ada yang mengalami masa semangat dan ada yang mengalami rasa malas. Namun ada rasa malas yang tercela dan ada yang masih terpuji. Dan rasa malas yang datang ini sifatnya naluri yang bisa jadi ditemukan ketika beramal atau ketika kita menuntut ilmu.
Setiap Orang Bisa Futur (Kendor Semangat)
On 3/24/2014 07:14:00 PM by KBM FT UNM in , ,    1 comment
        Setelah melaksanakan beberapa kegiatan dalam semarak Rangkaian MUKTAMAR XXII LDF Raudhatul Mujaddid FT-UNM, diantaranya Latihan Dasar Kepribadian dan Kajian Buku Tazkiyatun Nufs dan beberapa kegiatan oleh korps keputrian kini di akhir kepengurusan kami melangsungkan MUKTAMAR ke 21 yang bertempat di markas Dakwah Masjid Mushab bin Umair.
     Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus ini berlangsung selama dua(2) hari dengan menghadirkan beberapa undangan dan Alumni KBM FT UNM(Nama Lama Raudhatul Mujaddid) sebagai pendamping Mukatamar. Meski pelaksanaan yang sangat sederhana namun antusias peserta yang dihadiri oleh banyak calon pengurus Mahasiswa Baru Fakultas Tenkin UNM ini menumbuhkan semangat dakwah di fakultas teknik bagaikan bunga yang akan mekar menebarkan serbuk-serbuk islami ke seluruh wilayah fakultas teknik. beberapa kesalahan menjadi pelajaran bagi kami semua peserta terkhusus pengurus agar kepengurusan kedepan bisa menjadi lebih baik. kegiatan sejak 13 Jumadil Ula 1435 H ini berkahir 14 Jumadil Ula 1435 H dengan terpilihnya al akh Kaharuddin angkatan 2011 sebagai ketua baru sekaligus ketua pertama lembaga dakwah faultas yang bernama Raudhatul Mujaddid FT UNM. terakhir kamu ucapakan Barakallahu fikum kepada Ketua Umu Yang Baru LDF Raudhatul Mujaddid FT-UNM Kaharuddin Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin FT-UNM. Semoga Allah Meneguhkan kedudukan kita dalam Barisan Dakwah. Mewujudkan Fakultas Teknik Islami.Amin, Wallahu'alam

Minggu, 18 November 2012

On 11/18/2012 01:00:00 AM by KBM FT UNM in , ,    No comments
Perkembangan syiah yang kian hari kian melesat sangat perlu untuk diwaspadai.  Syiah, mirip buah kedondong, luarnya halus dalamnya kasar.   Di setiap daerah ahlussunnah (baca; islam) yang berkembang syiah di dalamnya, pasti akan kacau. Yakinlah!  Syiah begitu berbahaya. 

Waspadai Media pro-Syiah!

Mereka memicu kerusuhan di daerah-daerah basis ahlussunnah, misalnya saja di Suriah, Yaman dan Mesir.  Media-media yang kita baca maupun tonton berasumsi bahwa kerusuhan-kerusuhan tersebut akibat adanya instabilitas politik.  Sekali-kali tidak!  Itu konflik agama! Syiah yang ‘kerjaannya’ mencela sahabat-sahabat Nabi itu telah memicu semangat pembelaan di dalam dada kaum muslimin yang masih punya ghirah(kecemburuan) terhadap agamanya.  Kaum muslimin tidak rela jika para sahabat dicaci maki.  Mereka para sahabat yang telah direkomendasikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan rasul-Nya dilecehkan dan dihina dengan penghinaan yang sangat rendah oleh setan-setan tersebut(baca; syiah tersebut).  Allah telah merekomendasikan para Sahabat radhiallohu ‘anhum ajma’in sebagaimana firman-Nya:

Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah Rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah Menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung” (QS.At Taubah : 100)
Sayang, banyak kaum muslimin yang terkecoh dan mempercayai media-media tersebut yang notabene dimiliki oleh orang liberal (meskipun ngakunya muslim) bahkan orang kafir yang benci islam.  Pemilik media yang sudah dari sononya benci kepada islam tentu akan memberitakan hal-hal yang tidak berpihak kepada islam.  Jadilah islam diidentikkan sebagai agama yang melanggar HAM, agama teroris dan sejuta anggapan lain yang tidak tepat disematkan pada islam dan kaum muslimin.  Anggapan bahwa syiah merupakan salah satu madzhab dalam islam, pun disebarluaskan melalui media-media ini. Akhirnya, banyak kaum muslimin yang terprovokasi dan ikut-ikutan menganggap syiah ini adalah bagian dari Islam padahal islam yang mulia ini berlepas diri dari syiah.

Sebenarnya, syiah itu apa?

Apa itu syiah?  Jika ada yang bertanya padamu tentang apa itu syiah, tak perlu kau jawab dengan panjang lebar, cukup jawab saja bahwa syiah adalah agamanya orang-orang yang suka mencela sahabat nabi, titik.  Jika yang bertanya adalah seorang muslim yang masih lurus fitrahnya dan masih sehat akalnya tentu akan muncul rasa jengkel dan benci di dalam dadanya terhadap agama syiah ini.  Ia  pun akan mulai berhati-hati  dengan syiah ini serta mengajak keluarganya untuk berhati-hati.  Begitulah jawaban kita kepada orang awam jika ada yang bertanya.

Saya terkenang saat awal-awal saya mendengar kata “syiah”.  Saat itu saya berada pada kelas tiga SMA.  Suatu kali, guru agama saya mengamanahkan kepada kelompok saya untuk mempresentasikan perkembangan islam di Rusia.  Untuk melengkapi referensi, saya pun surfing di internet untuk mencari tahu tentang perkembangan islam di Rusia, ternyata hanya sedikit informasi yang bisa saya dapatkan.   Di antara yang sedikit itu, ada pernyataan bahwa penduduk muslim di rusia mayoritas sunni dan sebagian kecilnya syiah.  Sunni dan syiah, dua kata yang asing bagi saya.  Akhirnya, pada malam hari sebelum saya tampil untuk membawakan materi diskusi, saya mencoba menelepon salah seorang guru fisika di sekolah saya yang saya kenal bahwa beliau aktif di lembaga keislaman.  Tujuan utama saya menelpon adalah untuk menanyakan apa itu sunni dan syiah.  Jujur, saat ini saya sudah lupa apa yang beliau ucapkan malam itu melalui telepon tentang sunni dan syiah namun ada kata kunci yang teringat dengan jelas dalam kepalaku hingga hari ini yakni, “sunni itu ahlussunnah, ya kita-kita ini”.
Saat diskusi esok harinya, saya pun membawakan materi, saat menyinggung tentang sunni dan syiah saya hanya mengucapkan seperti apa yang disampaikan oleh guru saya tadi, “sunni itu ahlussunnah, ya kita-kita ini”.  Beruntung, hingga akhir diskusi tidak ada yang bertanya lebih jauh tentang apa itu sunni dan syiah, jika ada, pastilah saya tak dapat menjawabnya atau mungkin menjawab asbun (asal bunyi) bin sota (sok tahu).

Ringkas, namun kata-kata itu terngiang hingga kini.  Kupegang erat kata-kata tersebut.  Saat kaki ini menginjak dunia kampus yang di dalamnya berseliweran banyak pemahaman islam mulai dari yang lurus, bersih dan masih berpegang dengan qur’an dan sunnah sesuai pemahaman sahabat sampai yang sesat dan menyesatkan, semuanya ada di dunia kampus.  Istilah ‘syiah’ dan ‘sunni’ semakin sering kudengarkan di kampus.  Pengetahuanku tentang syiah ini memang masih belum bertambah, tapi kata-kata dari guruku tadi selalu kupegang, bahwa kita ini sunni.  Alhamdulillah, Allah masih menjagaku hari ini sebagai seorang Ahlussunnah dan insya Allah inilah yang akan kuyakini sampai mati.

Pelajaran Lain

Apa yang bisa kita kita ambil dari kisah di atas? 

Pertama, apa yang pertama kali disampaikan kepada kita itulah yang paling membekas dalam ingatan kita dan itulah yang menjadi doktrin dalam diri kita.  Jawaban sang guru, “sunni itu ahlussunnah, ya kita-kita ini” menjadi doktrin tersendiri dalam jiwa saya. 

Coba bayangkan, andaikan saat itu, guru saya tersebut menjawab “syiah itu ya kita-kita ini”.  Mungkin saya akan menjadi seorang syi’i (pengikut syiah) atau paling tidak, menjadi orang yang mendiamkan syiah dengan semua pencelaan yang mereka lakukan kepada sahabat.  Mengapa? Karena yang paling pertama tertanam dalam kepala saya adalah bahwa syiah itu tidak berbahaya sehingga tidak ada yang perlu diwaspadai dari syiah ini, toh guru yang saya pandang baik itu orang syiah juga.  Na’udzu billaahi min dzalik.

Kedua, pentingnya kita menyampaikan kepada masyarakat akan bahaya syiah ini (yang selalu menjelek-jelekkan para sahabat nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam) agar masyarakat kita tidak ikut-ikutan latah membela mereka akibat ‘hasutan’ media yang keliru dalam memberitakan.
Sebagai wasiat, waspadalah Anda terhadap syiah, sampaikan kepada saudara, keluarga, sahabat, kenalan Anda serta kaum muslimin akan bahaya syiah yang selalu menjelek-jelekkan sahabat nabi.  Semoga Allah menetapkan hati kita di atas kebenaran. Amin.

Makassar, 4 Muharram 1434/18-11-2013
AMR

Jumat, 16 November 2012

On 11/16/2012 05:13:00 AM by KBM FT UNM in    No comments
Bagai tersayat hati ini saat membuka laman internet yang memuat gambar-gambar pembataian terhadap saudara muslim oleh kafir budha di Rohingya, Myanmar.  Entah, apa nama situsnya, aku lupa.  Gambar-gambar yang ditampilkan membuatku tersentak kaget, terbangun dari tidur panjangku selama ini.  nampak dengan jelas di layar laptopku bagaimana kafir budha dengan pakaian kekafirannya menenteng spanduk anti islam!

Dalam gambar lain, sekelompok pemuda kafir budha berboncengan di atas motor sambil menenteng parang, siapa yang akan mereka bantai?? Kaum muslimin, saudara kita yang minoritas disana. 

Rumah-rumah kaum muslimin yang dibakar, kaum muslimin dengan raut wajah ketakutan, mayat-mayat kaum muslimin yang bergelimpangan dengan kondisi membusuk penuh luka dan tak tertutupi sehelai kain pun, begitulah gambar yang kusaksikan.

Begitulah kondisi kaum muslimin hari ini, terinjak-injak dan lemah.  Kita, di negeri ini merasakan keamanan dan ketentraman, masih bisa mencicipi nikmatnya nasi berserta lauknya. Alhamdulillah.  Adapun saudara kita disana, bahkan untuk sekedar merasakan keamanan barang sedetik mereka tak mampu.  Ketakutan, intimidasi, ancaman dan sejuta hal lain yang mengusik ketenangan bercampur aduk menjadi satu dalam jiwa mereka.  Mengapa hal itu terjadi?  Hanya karena mereka BERIMAN kepada Allah!

“Dan mereka menyiksa orang-orang Mukmin itu hanya karena (orang-orang Mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa, Maha Terpuji” (QS.Al Buruuj:7)
 
Saudaraku, jiwa engkau masih bisa makan enak dan tidur pulas maka bersyukurlah. 

Wahai jiwa, mereka yang tertindas disana bukan ayah dan ibumu, bukan anakmu, bukan istrimu, bukan keluargamu, bahkan kau pun tak mengenalnya.  Tidak usah kau memikirkannya”

Jika seperti itu yang ada dalam benak kita maka kukatakan, “TIDAK!  Mereka itu saudara kita, antara kita dan mereka ada ikatan yang sangat kuat.  Ikatan itu adalah ikatan keimanan yang bahkan jauh lebih kuat  daripada ikatan darah semata.  Tidakkah kau pernah mendengar bahwa orang mukmin itu bagai satu tubuh? Jika satu bagian sakit maka sakit pulalah bagian tubuh yang lainnya.  Perasaan sakit mereka seharusnya juga kita-kaum muslimin- rasakan”

Saudaraku, bayangkan jika mereka yang tertindas adalah kita, ibu dan bapak kita, anak istri kita, bagaimana perasaan kita?  Siapa yang kita harapkan untuk menolong kita? Atau bahkan sekedar mendoakan kita dari cengkeraman dan penindasan kaum kuffaar? Siapa? Engkau pasti akan berharap saudara-saudaramu di belahan bumi sana akan datang menolongmu.  Tapi, saat pertolongan yang kau harapkan itu tak kunjung tiba, bahkan mereka yang kau harapkan itu juga tak mau tahu apa yang kau dan keluargamu rasakan dalam penyiksaan itu.  Bagaimana perasaanmu? Pedih bukan?

Saudaraku, saat ini, kitalah saudara-saudara yang mereka harapkan bantuan darinya.  Pedulilah sedikit akan penderitaan mereka, kaum muslimin yang tertindas di berbagai penjuru dunia; Suriah, Irak, Afghanistan, Rohingya, India dan dimanapun itu.  Sekedar doamu kepada Allah agar meringankan beban mereka itu sudah sangat berarti buat mereka, insya Allah.

Saudaraku, bagunlah dari angan-angan indahmu tentang dunia. Pandanglah sekelilingmu,  dunia (islam) islam hari ini kehormatannya dicabik-cabik oleh kafirin dan musyrikin.  Ingatlah saudara-saudara kita disana yang rela disiksa demi mempertahankan akidah tauhid mereka.  Doakanlah mereka semoga Allah membuat mereka tetap tsabat dengan agama ini dan tidak goyah sedikitpun meski cobaan begitu berat. 

Allahummanshur ikhwaananaal muslimiina di kulli makaan”

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam rasa cinta mereka, kasih-sayang mereka, dan kelemah-lembutan mereka bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya merasakan sakit dengan tidak tidur dan demam” [HR. Muslim]

Malam Jumat, 2 Muharrom 1434H/15-11-‘12
AM

Kamis, 15 November 2012

On 11/15/2012 09:25:00 AM by KBM FT UNM in ,    No comments
Akhirnya, Tarbiyah Gabungan(Targab) se-UNM yang dilaksanakan oleh FSIRI dan FMUI berkoordinasi dengan KBM FT UNM DAN PUSDAMM UNM berhasil dilaksanakan.
Acara ini dimulai pada pukul 10.00 WITA dan dibuka langsung oleh Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (PR III) UNM, Prof.Dr.Heri Tahir, M.H.  Dalam sambutannya, Prof.Heri menyatakan dukungan  dan apresiasinya terhadap pelaksanaan targab ini dan beliau juga berharap agar lembaga dakwah terus bergerak agar di masa yang akan datang tercipta suasana kampus UNM yang islami. Selain itu, beliau juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sebagian kecil mahasiswa yang sering menyebabkan suasana kampus menjadi tidak stabil.  Lanjut beliau, diharapkan dengan aktifitas dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga dakwah (FSIRI) bisa meredam hal-hal negatif yang sering terjadi di kampus.
Pada pukul 10.30 WITA, Ust.Syaibani Mudjiono, S.Pd.I.,Lc. selaku pemateri dalam Targab ini mulai membawakan kuliahnya.  Tema yang diangkat dalam Targab kali ini adalah tentang Keutamaan Ilmu.  Ustadz yang juga Pimpinan salah satu Klinik Herbal di Makassar ini membawakan materinya dengan sangat apik disertai dengan banyak contoh dan kisah-kisah sehingga membuat tak kurang dari 200 peserta targab terus menyimak materi dengan antusias hingga usai.  Sesekali ustadz menggiring peserta untuk tersenyum dan tertawa namun terkadang beliau juga menceritakan kisah yang mengharukan yang bisa mengundang tangis.
Setelah materi yang dibawakan ustadz, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya.  Berhubung waktu yang tersisa tinggal beberapa menit saja maka hanya 2 peserta(ikhwah) yang diberikan kesempatan untuk bertanya pada kesempatan targab ini.
Targab dilanjutkan dengan sholat zhuhur berjamaah bersama PR 3 dan Ustadz Syaibani serta Pengurus Lembaga Dakwah dan peserta targab.  Setelah sholat, beberapa arahan disampaikan oleh Ketum FSIRI UNM, Wardiyanto Simbala kepada peserta targab sebelum pulang.  Inti dari pengarahan Mahasiswa FBS berdarah Gorontalo ini adalah instruksi kepada seluruh kader tarbiyah UNM untuk mengikuti majelis-majelis ilmu yang diadakan di setiap fakultas di UNM.  Berikut jadwal-jadwalnya:
Pengajian Aqidah
Senin Sore setelah sholat Ashar di Masjid Mush’ab bin Umair FT UNM (Parang Tambung) bersama Ustadz Anwar Paeno, S.Pd.I. 
Pelaksana : LDF KBM FT UNM

Pengajian Kitab Mulakhkhosh al Fiqh
Selasa Sore setelah sholat Ashar di Masjid Ulil Albab UNM (Parang Tambung) bersama Ustadz M. Nirwan Idris, Lc
Pelaksana : Pengurus Masjid Ulil Albab UNM bekerja sama dengan SCMM BEM FMIPA UNM

Pengajian Fiqh
Rabu Sore setelah sholat Ashar di Masjid Nurul Tarbiyah FIP UNM (Tidung) bersama Ustadz Hendra Wijaya, Lc
Pelaksana : LDF SCRN FIP UNM

Pengajian Syarah Kitab Umdatul Ahkam
Malam Kamis setelah sholat Magrib-Isya di Masjid Ar Rahmah BTN Tabaria blok C1/4 bersama Ustadz Harman Tajang, Lc
Pelaksana : FSI RI UNM

Kajian Tematik
Rabu/Kamis sore setelah sholat ashar
Pelaksana : Pusdamm UNM, SC Al Ihsan FSD dan AC Mushlihah

Pengajian Tadabbur al-Qur’an
Senin Sore setelah sholat Ashar di Masjid Nurul Ilmi UNM (Gunung Sari)
Pelaksana : LDF SC Al Huda FE dan SC Al Furqon FIS UNM

Setelah arahan dari ketum, targab yang dilaksanakan di Masjid Ulil Albab ini pun diakhiri pada sekitar pukul 13.00 WITA. Am_
(1 Muharram 1434)

Jumat, 01 Juni 2012

On 6/01/2012 05:15:00 PM by KBM FT UNM in    No comments
Sebagai aktifis dakwah yang telah menghibahkan diri kita kepada Rabb al ‘izzah, kita pasti akan selalu berkecimpung dalam kesibukan-kesibukan tiada henti.  Kesibukan itu adalah kesibukan mengurusi agama Allah.  Duhai, adakah kesibukan yang lebih baik dari kesibukan ini?  Sebagai da’i, kita dituntut untuk banyak belajar.  Mengilmui, mengamalkan kemudian mendakwahkannya kepada manusia serta bersabar di atasnya.
Berpindah dari satu musyawarah ke musyawarah lain, dari satu agenda ke agenda lain, dari satu majelis ilmu ke majelis ilmu yang lain menjadi kesibukan para aktifis dakwah.  Majelis ilmu paling ‘keramat’ dalam sepekan yang harus kami hadiri yakni tarbiyah islamiyah.  Bagaimana tidak, dalam tarbiyahlah kita dididik bukan hanya menjadi seorang yang saleh pada diri sendiri namun juga digembleng bagaimana menshalihkan orang lain.
***
Sore itu, seperti biasa, malam telah menjelang.  Kupacu kuda besiku melintasi jalan-jalan lebar sepanjang Makassar untuk berangkat menuju tempat tarbiyah yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalku; sekitar 7km.  Bersama seorang ikhwah, di tengah jalan kami singgah untuk melaksanakan sholat magrib di salah sebuah masjid yang kami lalui di jalanan.
Cukup padat jalanan kota Makassar malam itu.  Namun, atas izin Allah ‘azza wa jalla kami pun tiba di lokasi tarbiyah.  Saat kami tiba, di masjid tempat tarbiyah kami dikumandangkan iqomah pertanda shalat akan segera ditunaikan.
Singkat cerita, sholat isya pun berakhir.  Sembari menunggu ikhwah lain yang belum kunjung tiba, saya pun tertidur; mengamalkan sunnah Nabi untuk tidur setelah sholat isya agar bisa bangun di tengah malam (ini hanya alasan, sebenarnya saya memang mengantuk).  Tidak lama kemudian, sesosok manusia membangunkan tidur pendekku.  Oh, ternyata dia adalah teman tarbiyahku, ia membangunkanku karena sebentar lagi tarbiyah akan segera dimulai.
***
Tahsinul qira’ah mengawali tarbiyah malam itu. Bergilir se-ikhwah demi se-ikhwah hingga lima orang sudah mendapat giliran membaca al-qur’an (jumlah sebenarnya tujuh orang, namun dua orang berhalangan hadir). 
Setelah tahsinul qira’ah usai…
“Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh…,” Ustadz mulai membuka majelis tarbiyah.  Pada tarbiyah malam itu beliau mengajarkan kepada kami beberapa hal.  Namun yang paling membekas di kepalaku adalah tentang dakwah fardhiyah.  Bagaimana kita bisa merebut hati orang yang akan kita dakwahi.  Di antara caranya adalah mengajaknya untuk makan di warung.
Kurang lebih satu jam tarbiyah kami berjalan sebelum ustadz menutup majelis. 
Akhirnya, majelis tarbiyah malam itu pun ditutup dan kami bersiap untuk meninggalkan tempat tarbiyah.  Malam itu, malam selasa, kami belum makan malam, padahal siang hari tadinya kami berpuasa. Lapar.  Itulah yang kami rasakan. 
Tiba-tiba, saat kami beranjak pulang, ustadz langsung mengajak kami untuk makan bakso.  Dengan perasaan agak terkejut, namun guratan kegembiraan yang tampak pada wajah kami tidak bisa disembunyikan.  Meskipun di sisi lain kami bersedih karena seharusnya kamilah yang memberikan sesuatu untuk ustadz sebagai bentuk rasa terima kasih kami atas ilmu yang telah beliau ajarkan.
Singkat cerita, warung wakso yang cukup terkenal di kota kami ini menjadi sasaran.  Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 22.00.  Di warung tersebut, ustadz memesan enam mangkok bakso untuk dia dan kami.  Dengan lahapnya, para ikhwa yang sudah sejak lama menahan laparnya menyantap bakso tersebut.
Saya dan ikhwah lain sudah sepakat, meskipun yang mengajak makan adalah ustadz, tetapi kamilah yang akan membayarnya.  Namun di luar dugaan, ustadz menghabiskan baksonya lebih cepat daripada kami.  Beliau berdiri menuju kasir untuk membayar.  Dengan sigap salah seorang ikhwah mengeluarkan uang dari dompetnya untuk mendahului ustadz tiba di kasir.  Namun ternyata ustadz mencegahnya dan mengatakan bahwa biar beliau saja yang bayar.  Ikhwah itu pun tak berkutik.  Akhirnya, ustadz jugalah yang membayar. 
Di sisi lain, 4 orang ikhwah masih asyik menyantap bakso yang juga belum habis.
Setelah semuanya menghabiskan jatah baksonya, kami baru menyadari bahwa ternyata ustadz sudah pulang.  Sejenak kami berpikir, makan bakso malam ini bukan hanya sekedar makan.  Ada hakikat lain yang mesti kami dalami.  Apa itu?  Tampaknya ustadz ingin mengajari kami bahwa beginilah yang seharusnya kami lakukan terhadap orang (baca;mad’u) yang akan diajak tarbiyah; ajak mereka makan bakso!
Pelajaran: untuk mengajak orang mengikuti kita dalam kebaikan, dibutuhkan berbagai macam trik dan intrik agar ia tertarik dengan ajakan kita.  Di antaranya melalui makanan.  Orang yang pernah kita berikan makanan akan merasa berhutang budi kepada kita sehingga ajakan-ajakan kita akan berat untuk ia tolak.  Gunakan rasa ‘tidak enak’nya kepada kita untuk mengajaknya mengikuti kegiatan-kegiatan kebaikan semisal tarbiyah islamiyah.
On 6/01/2012 05:10:00 PM by KBM FT UNM in    No comments
Para pembaca yang budiman, semoga Anda tidak merinding dan ketakutan saat membaca judul tulisan ini.  Isi dari tulisan ini pun tidak berisi hal-hal yang akan membuat anda takut kepada kuntilanak, genderuwo ataupun hantu-hantu lokal lainnya.  Tidak pula akan membuat Anda takut dengan hantu-hantu internasional semacam vampire, dracula, atau zombie dan sebangsanya.  Saya hanya ingin mengajak pembaca untuk mengambil ibroh dari sebuah kejadian memilukan dan memalukan yang saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri.
Melalui tulisan ini, saya ingin menyajikan kepada para pembaca tentang realitas kondisi manusia khususnya umat islam hari ini. 
Saya menyaksikan kejadian ini dengan sangat singkat, namun membuat hati saya terguncang saat menyaksikannya dan untuk beberapa waktu membuat saya merasa tidak tenang.
Begini ceritanya…
***
Kota Makassar. Malam itu, saya mengendarai motor dan membonceng ayah saya.  Kami dari arah veteran dan bergerak menuju jalan Kumala.  Sesampai di ujung jalan Veteran, kami berbelok ke arah kiri memasuki jalan Sultan Alauddin.  Cukup jauh jika mesti memutar dan melewati ujung jalan A. Tonro, maka saya pun memutuskan untuk mengambil jalan potong.
Saat melintasi jalan Alauddin, saya melihat ada lorong di sebelah kanan, maka saya pun mengarahkan motor memasuki lorong tersebut.  Saya tak tahu apa nama lorong itu, karena malam itulah pertama kali kulalui jalan itu.  Beberapa tikungan telah kami lewati namun tak juga tembus ke jalan A. Tonro.  Sudah cukup jauh rasanya.  Hingga tiba-tiba kulihat jalan di depan buntu.  Beruntung, ada seorang kakek yang sedang nongkrong di pinggir jalan yang bisa kutanyai.  “Buntu di depan Pak?”, tanyaku. “Tidak, jalan terus miki”, begitu kira-kira jawabnya.  Kulanjutkan menyusuri jalan tersebut.  Masih kuingat dengan jelas, kami belok kiri, kemudian kanan, terus… hingga kami memasuki area yang sangat gelap. Tak ada lampu disitu selain lampu motorku yang sudah mulai redup.  Kupandangi sebelah kananku, ternyata area pemakaman umum Jalan Andi Tonro.  “Alhamdulillah, sekarang kutahu sedang berada dimana, sebentar lagi akan segera tiba di jalan besar,” gumamku dalam hati.
Terus kupacu motoru.  Setelah beberapa meter, ada sebuah tembok yang membuat kami harus membelokkan motor mengikuti jalan setapak untuk bisa tembus ke Jalan Andi Tonro.  Sebentar lagi kami akan tiba.  Namun, saat kubelokkan motorku, sebuah pemandangan miris yang memilukan sekaligus memalukan kusaksikan di depan mataku, juga ayahku.
Di tengah gelapnya malam, tak ada lampu, di tengah kuburan.  Tidak, tepatnya di atas kuburan.  Ah, tak mampu rasanya kusampaikan kepada pembaca.  Tak sampai kuberpikir bahwa masih ada manusia yang berani melakukannya di tempat yang seperti  itu, di tengah pekuburan.
Para pembaca yang budiman, mungkin bagi kalian ini bukan hal mengagetkan.  Tapi bagiku ini hal yang… (tak bisa diungkapkan dengan kata-kata).  Seorang laki-laki dan seorang perempuan sedang berkencan di atas sebuah kuburan!  Sang perempuan menyandarkan kepalanya di atas paha sang lelaki.  Di sekeliling mereka ada dua lelaki lain yang juga duduk di atas kuburan yang lain seakan mereka adalah “pengawal” yang bertugas menjaga berlangsungnya kemaksiatan tersebut.
Dalam kegelapan, mereka lakukan kemaksiatan, di atas kuburan pula!  Sulit untuk berprasangka baik bahwa mereka adalah pasangan sah.  Jika iya, maka cara cara kencan mereka termasuk ekstrim.
Galau.  Itulah yang kurasakan.  Terus kupacu motorku melewati mereka seakan tak percaya dengan apa yang baru kusaksikan.  Semuanya berlalu begitu cepat.  Banyak pikiran yang berkecamuk dalam kepalaku. 
Pertama, berani-beraninya mereka bermaksiat kepada Allah di tempat yang seharusnya disana kita bisa melelehkan air mata karena mengingat kematian, mengingat kegelapan kubur dan fitnahnya.  Bahkan kita dianjurkan oleh Nabi kita untuk melembutkan hati dengan berziarah kubur agar bisa mengingat kematian.  Tapi mereka, jangankan mengingat kematian, justru di tempat itu mereka berbuat pelanggaran.  Sudah sekeras itukah hati mereka?
Kedua, saat kusaksikan mereka duduk di atas kuburan, ku teringat dengan larangan Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam untuk duduk di atas kuburan.  Nabi bersabda “Seseorang dari kalian duduk diatas bara api sehingga terbakar bajunya hingga sampai ke kulitnya lebih baik baginya dari pada duduk di atas kuburan” (HR. Muslim).  Bahkan kita pun diperintahkan untuk melepaskan alas kaki ketika akan berjalan di sela-sela kuburan.
Ketiga, yang paling kusesalkan, kenapa tak kucegah mereka?  Hanya kebencian akan perbuatan mereka yang berkecamuk dalam hati.  Tak ada tindakan yang kuambil.  Inikah selemah-lemah iman? Allahu al musta’an.
Keempat, kuberharap para da’I dan da’iyah yang membaca tulisan ini agar semakin meningkatkan agresivitasnya dalam mendakwahkan agama ini.  Apa yang mereka lakukan di atas kuburan itu adalah dampak dari jahilnya mereka dengan dien yang mulia ini.  dibutuhkan dai untuk mengajak mereka kembali ke jalan yang benar.
Kelima, kejadian seperti itu mungkin terjadi juga di tempat lain, bahkan banyak yang lebih parah kadar pelanggarannya.  Olehnya itu, dimana dan kapanpun berada, kita yang sudah tahu sedikit tentang agama ini hendaknya tidak berlemah-lemah dalam berdakwah.  Jika saja hati mereka para pelaku maksiat itu diberikan kesempatan untuk berteriak dan meronta, tentu ia akan berteriak dan meronta sejadi-jadinya sebagai tanda ketidaksetujuan akan perilaku tuannya.  Karena hati yang lurus akan selalu cinta pada kebenaran dan benci dengan kemaksiatan.
***
Di tengah banyaknya pikiran yang menghantam otakku, ternyata aku telah sampai di rumah.

Jumat, 25 Mei 2012

On 5/25/2012 05:50:00 AM by KBM FT UNM in    No comments
Belum lepas cobaan yang mendera umat atas kedatangan Ratu Penghina Nabi, Irshad Manji, kini umat muslim kembali akan dicoba. Tanggal 3 Juni nanti, diva Pop asal Amerika, Lady Gaga, berencana menggelar konsernya di Gelora Bung Karno, Jakarta. Penolakan demi penolakan pun kemudian lahir dari berbagai kelompok Islam merespon aksi nekat Lady Gaga tersebut.

Di Jakarta, misalnya, sekelompok Umat Islam dari Gerakan Umat Anti Maksiat (GUMAM) jauh-jauh hari sudah menggelar aksi demonstrasi di Bunderan HI, Jakarta. M Ihsan Sofyan selaku Koordinator GUMAM menilai Lady Gaga adalah Robot Illuminati. Assesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang illuminati dan paganisme. FPI juga berpendapat sama. Mereka meminta pihak berwenang untuk ikut mencekal kedatangan Lady Gaga. FPI menilai, baik lirik maupun tampilan Lady Gaga sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Jadi persoalan penolakan lady Gaga tidak semata-mata faktor erostisme semata, tapi yang lebih penting daripada itu adalah persoalan akidah.

Bahkan, KH. Kholil Ridwan selaku Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya secara tegas mengatakan bahwa membeli tiket Lady Gaga adalah haram. Pimpinan Ponpes Husnayain itu menghimbau agar tiket yang sudah dibeli agar dikembalikan. “Tiket itu harus dikembalikan karena hukumnya haram. Dangdut yang budaya lokal aja haram. Yang jual tiket dan pembeli tiket juga dosa,” katanya kepada Eramuslim.com Sabtu, (17/3) dalam kapasitas pribadi selaku Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya.
Siapakah Lady Gaga?
Mungkin umat bertanya-tanya siapakah sosok Lady Gaga? Mengapa terjadi pro dan kontra begitu keras atas niatnya menginjakkan kaki di bumi Allah bernama Indonesia. Betulkah Lady Gaga adalah agen Illuminati yang sengaja disisipkan Yahudi untuk merusak akidah umat Islam?

Hati Yesus Dalam Klip Alejandro
Lahir pada 28 Maret 1986 dengan nama Stefani Joanne Angelina Germanotta, Gaga kecil memang memliki rekam jejak paganisme yang cukup kuat, tidak heran Gaga cukup mudah menerjemahkan pesan Illuminati dalam tiap konsernya. Dari awal kariernya (tahun 2005) hingga album ketiga, berbagai penerjemahan konsep Teologi Illuminati membanjiri video klip maupun aksi panggungnya katakanlah seperti Bad Romance, Alejandro, Judas, maupun Born This Way. Dalam video klip Alejandro, misalnya, secara terang-terangan Gaga mengkampanyekan ajaran antikristus dengan menaruh salib terbalik di (maaf) kemaluannya. Gaga pun tidak segan-segan mesti mengeluarkan waktu yang lama dalam video klipnya demi menampilkan aksi mengarak Hati Kudus Yesus pada awal-awal klip.
Gaga sendiri memang pernah menempuh pendidikan di Sekolah Convent Of The Sacred Heart. Sekolah swasta milik katolik ini menampung sejumlah siswa khusus perempuan dalam jenjang TK hingga SMA. Namun sejarah Sacred Heart of Jesus sendiri jauh dari landasan iman Kristiani. Ordo Sacred Heart of Jesus (Ordo Hati Kudus Yesus) justru diprakarsai oleh Alexander Pope (1688-1744) yang banyak merujuk pada ajaran penyembahan setan dan kental dengan semangat mistisisme Kristen. Referensi tentang Hati (jantung) yang berdarah juga menyebar dalam tulisan-tulisan tokoh seperti Saint Bernard dari Clairvaux (1090-1153). St Bernard dari Clairvux adalah orang yang pertama kali meletakkan fondasi dasar bagi aturan-aturan dalam ordo Knights Templar. Seperti mengucapkan kaul (janji setia kepada Tuhan) maupun berikrar untuk tetap setia sebagai Ksatria Perang Salib. Karena itu, tidak heran seorang Ksatria Templar betul-betul akan menyerupai biarawan Cistercian dengan mengenakan jubah putih dan menambahkan sebuah salib merah besar pada jubah mereka. Namun semua itu hanyalah dalih untuk menutupi penyamaran mereka sebagai agen yang bekerja demi kepentingan paganisme.
René Guénon pencetus ajaran tradisi Primordial, dalam tulisannya The Sacred Heart and the Legend of the Holy Grail juga menyinggung teologi Sacred Heart of Jesus (Hati Kudus Yesus). Tokoh Theosofi ini mencoba melacak akar sejarah dari Hati Kudus Yesus secara lebih mendalam. Dengan mengutip tulisan pengkaji Holy Grail bernama Monsieur Charbonneau-Lassy yang berjudul The Ancient Iconography of the Heart of Jesus, Guénon mencoba menyimpulkan bahwa Hati Kudus Yesus sangat terkait erat dengan Legenda Holy Grail.
Monsieur sendiri berkeyakinan bahwa legenda Holy Grail sangat mungkin terkait dengan sejarah dari Hati Ekaristi Yesus yang hidup ketika zaman Agama Mesir Kuno. Dalam heiroglif Kuno, kata Monsiuer, gambar hati sebenarnya lebih tertuju kepada Vas (bayangkan sebuah Vas bunga tempo dulu berbentuk hati) ketimbang jantung manusia. Vas inilah yang kemudian terejawantah dalam bentuk cawan ketika peristiwa kematian Yesus yang kemudian melahirkan Holy Grail sebagai polemiknya.
Cawan suci 
Cawan Suci Kita ketahui bersama, opini Holy Grail selama ini banyak dikembangkan oleh Yahudi untuk menggoyang Iman Kristen dan mendukung klaim atas tahta suci Vatikan. Penggambaran Maria Magdalena sebagai pasangan Yesus pun turut dipopulerkan oleh pengikut Anti-Kristus dalam beberapa dekade terakhir pada buku-buku seperti The Jesus Scroll (1972), Holy Blood, Holy Grail (1982), The Gospel According to Jesus Christ (1991), The Da Vinci Code (2003), Templar Revealation serta The Two Marys: The Hidden History of the Mother and Wife of Jesus (2007).
Terlepas dari kebenaran legenda dibaliknya, Holy Grail sudah identik dengan Maria Magdalena, istri Yesus yang selama ini coba disangkal oleh Vatikan. Bagi Vatikan, Maria adalah hanya seorang pelacur yang bertobat dan sama sekali tidak mewakili tahta Yesus pasca wafat. Namun, Dinasti Merovingian mengklaim sebaliknya. Bagi mereka, Maria Magdalena adalah istri sah Yesus dan paling berhak mewarisi Tahta Suci Vatikan. Dinasti Merovongian inilah yang kemudian akhirnya mengklaim bahwa mereka memikili hak legitimasi untuk mewakili garis keturunan Yesus.
Selain cawan suci, simbol lain dari Maria Magdalena adalah salib mawar. Lambang ini juga terekam dalam video klip Lady Gaga yang berjudul Judas. Video ini dibuka dengan adegan iring-iringan kendaraan bermotor yang merupakan representasi Last Supper dimana jumlah pengendara motor sebanyak 12 orang, ditambah Lady Gaga, menjadi 13 orang adalah para aktornya. Lady Gaga sendiri berperan sebagai Maria Magdalena dan mengendarai motor bersama Yesus dengan mahkota berduri di kepalanya.
Namun uniknya, bisa dikata inilah video klip paling kontroversial yang pernah dibuat oleh Lady Gaga. Video Klip ini lebih tepat disebut sebagai pertarungan teologi karena betul-betul memberikan pukulan telak terhadap Iman Kristiani. Jika kita menyaksikan video ini, maka kita akan dapati bahwa Adegan per adegan Judas menyiratkan “pengkhianatan” Maria Magdalena kepada Yesus dengan memberikan ruang Judas (Iskariot) untuk masuk dalam sela hatinya, padahal Judas tidak lain adalah pengkhianat Yesus itu sendiri.
Karenanya, jika kita cermati lebih mendalam, Lady Gaga lebih tepat disebut sebagai sebuah personifikasi perlawanan terhadap dogma Kristen. Ia tidak berdiri di atas kaki Vatikan maupun Merovingian, tetapi ia berdiri diatas kaki sendiri yang tidak lepas dari misi Yahudi. “I’m just a Holy fool, oh baby he’s so cruel, but i’m still in love with Judas, baby,”  katanya memposisikan diri sebagai Tuhan dan sebuah prophecy bahwa Tuhan akan tunduk pada Lucifer. Mengerikan.
Lady Gaga dan Skenario Zionisme Budaya
Kendati penolakan demi penolakan terus hadir merespon konser Lady Gaga, tetap membuat para pendukung Lady Gaga pantang mundur. Pernyataan Haram yang dilontarkan oleh Kyai Kholil Ridwan pun direspon dengan caci maki. Tidak sedikit dari mereka adalah remaja yang tidak lagi menganggap orangtua dan ulama sebagai panutannya. Bahkan mereka berani menantang siapapun penolak konser Lady Gaga dengan stigma dinding penghalang kebebasan berekspresi. "Gue sudah bosan kalau Lady Gaga dicap aneh-aneh. Sebagai fan base Lady Gaga, kita punya argumen freedom of expression," kata fans Lady Gaga, Giat (19) seperti dilansir situs detik.com, Kamis (17/5).
Giat yang berjuang demi mendapatkan tiket Lady Gaga dengan antre satu hari sebelumnya ini pun sangat kecewa bila konser batal digelar. Bagi dia dan semua fans Lady Gaga, setiap orang tentu punya hak untuk berekspresi. Dia pun meminta agar pihak-pihak yang lain menghormati hak fans Lady Gaga untuk berekspresi.
Sungguh fenomena ini sangat menyedihkan. Sebagai negara mayoritas Islam, akidah umat telah jauh terperosok. Lady Gaga dibela, sedangkan ulama dihina. Inilah dampak dari sebuah bangunan Negara yang tidak dipimpin oleh hukum Allah dan membiarkan kerusakan lambat laun menggerogoti sendi akidah masyarakatnya dengan menjadikan hukum buatan manusia sebagai pilarnya.
Jika kita telusuri lebih jauh, kelompok  Zionisme Yahudi memang begitu menyadari jika perjuangan politik tidak akan bisa dilakukan tanpa ditopang oleh upaya lainnya. Tak terkecuali budaya. Inilah yang sempat disoroti Prof Abdul Rahman H. Habanakah dalam bukunya Metode Merusak Akhlak Dari Barat. Beliau menegaskan salah satu sarana ampuh yang dipakai Yahudi untuk memerosotkan akhlak muslim adalah dengan menenggelamkan kaum muslimin ke dalam lingkungan yang buruk. Untuk merealisasikan tujuan itu, mereka menggunakan berbagai unsur seperti harta, wanita, hukum, kekuasaan, kemewahan sampai permainan dan seni pertunjukkan. Lebih jauh beliau menjelaskan,
“Yang paling penting dalam hal ini ialah seni tentang kecantikan, metode dan pesona wanita terhadap kaum laki-laki. Dalam hal ini mereka mempergunakan sarana-sarana seperti: bioskop, sandiwara, drama, menulis berbagai macam cerita, sejarah psikologi, masalah-masalah sosial dan sebagainya. Juga sarana-sarana seperti: majalah, surat kabar, radio, televisi, video cassete, dab bermacam-macam saranan periklanan dan reklame.
“Merekalah yang memegang kekuasaan untuk ikut menentukan dan mengatur acaranya. Kalaupun ada (yang baik, pen.) terlalu sedikit, atau hanya dimintai bantuan apabila ada kerusakan atau ketika menghadapi masa kritis.”

buku Henry Ford
Henry Ford, pebisnis Amerika yang menghabiskan hampir setengah hidupnya untuk menyadarkan Amerika dari bahaya Yahudi menjelaskan dengan baik bagaimana budaya telah ditanamkan kelompok Zionisme guna mewujudkan misinya. Dalam buku monumentalnya, The International Jew, dikatakan bahwa teater/seni pertunjukan adalah bagian tak terpisahkan dari Yahudi untuk menyetir selera publik dan memengaruhi cara berpikir masyarakat. Teater dan seni pertunjukkan tidak hanya diberi sebuah tempat istimewa dalam Protocol of Zion, tapi juga telah dijadikan teman setia di setiap malam dan pekan. Lebih jauh, Henry Ford menjelaskan:
“Begitu kaum Yahudi memegang kendali atas minuman keras Amerika, maka kita menghadapi masalah minuman keras dengan konsekuensi drastis. Begitu kaum Yahudi memegang kendali atas ‘film bioskop’, kita menghadapi masalah dengan film dan konsekuensinya yang sangat kentara.
“Setiap malam, ratusan ribu orang menghabiskan 2-3 jam waktu mereka di Teater; setiap hari secara harfiah jutaan orang membuang 30 menit sampai tiga jam menonton film; dan arti sebenarnya dari hal ini adalah jutaan orang Amerika setiap hari merelakan diri mereka memasuki ide-ide kehidupan, cinta, dan tenaga kerja Yahudi… Teater bukan bersifat Yahudi dalam sisi manajerialnya saja, melainkan juga kesusateraan dan profesionalnya. Sekarang semakin banyak drama yang muncul dengan penulis, produser, bintang, dan para pemain yang semuanya Yahudi.”
Buku Henry Ford sendiri kemudian dikecam oleh kelompok Yahudi. Puluhan juta kopi yang telah tersebar tidak lagi dapat ditemukan di toko-toko buku maupun perpustakaan di Amerika. Dalam catatan pengantar buku tersebut, dikisahkan berbagai upaya mencetak buku ini -yang mencapai ketebalan 1000 halaman- akhirnya hanya berujung sia-sia. Pada tahun 1952, edisi baru dari seri The International Jew yang dikumpulkan dari artikel-artikel Ford pun kembali dimusnahkan oleh kelompok Yahudi. Sedangkan cetak ulang lainnya yang dilakukan National Vanguard Books, Po. Box 90 Hillsboro WV 24946 USA juga tidak mampu lagi ditemukan. Padahal jika kita telusuri lebih jauh keterlibatan Yahudi dalam industri Film di Amerika sudah menjadi rahasia umum. Jewish Encylopedia Judaica sendiri sebagai Ensiklopedi terbaik mengenai literatur Yahudi mengakui kepenguasaan Hollywood berada di tangan Yahudi.
“Semua perusahaan besar Hollywood, kecuali United Artist, didirikan dan dikendalikan oleh orang-orang Yahudi.”
Mesin lain dalam lapangan budaya lainnya tentu adalah musik. Musik dalam doktrin zionisme tidak semata-mata sebagai bentuk hiburan, tapi juga alat mind control yang akan diterapkan kepada masyarakat. Dalam Protokol of Zion Bab 5 ayat 4 tertulis, “Selain itu, kita juga menggunakan seni untuk mengarahkan masyarakat dan individu – individu dengan teori – teori dan pernyataan yang dimanipulasi secara licik, dengan peraturan – peraturan kehidupan secara umum dan bentuk lainnya yang tidak lazim, yang semuanya tidak di pahami oleh masyarakat goyyim…”
Keshahihan Protokol of Zion sendiri hingga kini masih menyisakan kontroversi, namun terlepas daripada itu, apa yang termaktub dalam protokol tersebut sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Adalah Was Penre, tokoh Musik yang “berjasa” membesarkan musik Heavy Metal dan Rock di era 1980 hingga 1990an yang membeberkan rahasia itu. Ia mengatakan telah menjadi rahasia umum di AS bahwa siapapun yang ingin tenar dan terkenal dalam jagad hiburan, maka ia harus tunduk dan mau bekerja sebagai agen dari illuminati, atau setidaknya mau diajak bekerja sama, dengan sadar atau tidak. “Untuk mendaftar sebagai musisi untuk Perusahaan Rekaman besar, Anda harus bersedia untuk bekerja ke arah Agenda mereka, yang akhirnya memperoleh kontrol penuh atas populasi masyarakat dunia,” tegasnya seperti dikutip dalam situsnya Illuminaty News.com.
Penre mengetahui hal tersebut karena memang pernah terlibat sebagai komposer musik di beberapa perusahaan rekaman besar di Amerika. Ia mengaku heran bagaimana lagu-lagu ciptaannya yang mengandung pujian kepada tuhan, kedamaian, dan bentuk cinta kepada keluarga tidak diterima di perusahaan tersebut. Sebaliknya lagu-lagu yang bertemakan seks, pemujaan syaitan, penghinaan kepada semua agama, serata peperangan malah lulus untuk diterbitkan dalam album kumpulan rock. Naudzubillahi Min Dzalik.
Promosi Dajjal dan Tanda-tanda Kedatangannya
Sungguh penulis begitu khawatir, fenomena umat muslim masuk ke liang biawak Yahudi sudah terang benderang terjadi. Umat Muslim saat ini seperti sudah meninggalkan petuah agamanya dan menganggap remeh urusan akidah. Tidak sedikit umat muslim menganggap enteng perkara tauhid dengan menyembunyikan kebanggaannya sebagai muslim dalam hal syariat Islam demi urusan kekuasaan, jabatan, tahta, maupun nafsu semata.
Sejatinya beberapa klip Video Gaga juga tidak lepas dari promosi untuk menyambut kemuncullan puncak fitnah ini. Hal ini dapat terlihat bahwa dimanapun Konser Lady Gaga berlangsung, mereka selalu didampingi beberapa penari latar seperti robot yang siap mengikuti apapun perintah Tuannya (Al Masih Ad-Dajjal). Satu persatu penari latar itupun berdiri berjejer melindungi Lady Gaga dalam tiap aksinya. Mereka berpakaian sama, berpenampilan sama, bahkan hingga membentuk potongan rambut yang sama.
Sungguh cobaan umat Islam saat ini begitu berat. Bahwa kita sekarang memang dituntut untuk memperkuat tauhid untuk mempersiapkan puncak fitnah yang akan terjadi. Baru-baru ini, seperti kita ketahui bersama, sebuah kabar yang sangat penting untuk Umat Islam datang dari Israel. Fenomena alam menunjukkan telah terjadi perubahan kuantitas air dari Danau Tiberias yang merupakan sumber utama air bersih bagi bangsa Yahudi dan pemerintah Zionis Israel.

Grafik Tiberias

Grafik Tiberias
Ustadz Ihsan Tanjung dalam artikelnya Keluarnya Ad-Dajjal Dan Mengeringnya Danau Tiberias menyoroti dengan serius kenyataan menipisnya sumber mata air di Israel tersebut. Beliau mengingatkan bahwa mungkin saja untuk sebagian orang, informasi ini dianggap tidak penting bahkan tidak menjadi urusannya. Tapi bagi setiap muslim-mukmin yang peduli dengan tanda-tanda Akhir Zaman informasi ini sangat berharga dan sangat serius. Mengapa? Karena dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim terdapat kata “Danau Tiberias”. Dan hadits tersebut berkaitan erat dengan bakal keluarnya fitnah paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu fitnah al-Masih Ad-Dajjal!
Sebuah Hadits yang sangat panjang mengisahkan bagaimana seorang pelaut Arab Nasrani bernama Tamim Ad-Dari bersama 30 orang awak kapalnya terdampar di sebuah pulau. Akan tetapi sebuah pemandangan mengejutkan menghampiri mereka tatkala mereka berjumpa dengan seorang lelaki yang menurutnya digambarkan sebagai ”orang terbesar yang pernah kami lihat, paling kuat dan tangannya terbelenggu di leher, antara lutut dan mata kakinya terbelenggu besi”. Lalu terjadi dialog antara Tamim Ad-Dari dengan lelaki misterius yang ternyata adalah Al-Masih Ad-Dajjal. Simaklah dialog berikut ini:
Ia berkata: Beritahukan padaku tentang kurma Baisan. Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Aku bertanya pada kalian tentang kurmanya, apakah sudah berbuah? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, ia hampir tidak membuahkan lagi. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang danau Thabari (Tiberias). Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia menjawab: Apakah ada airnya? Mereka menjawab: Airnya banyak. Ia berkata: Ingat, airnya hampir akan habis. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang mata air Zughar. Mereka bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan? Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu? Kami menjawab: Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu. Ia berkata: Beritahukan padaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, bagaimana keadaannya? Mereka menjawab: Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib. Ia bertanya: Apakah orang-orang arab memeranginya? Kami menjawab: Ya. Ia bertanya: Apa yang mereka lakukan terhadapnya? Lalu kami memberitahunya bahwa beliau menang atas bangsa arab di sebelahnya dan mereka menaatinya. Ia bertanya pada mereka: Itu sudah terjadi? Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, sesungguhnya itu baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan beritahukan pada kalian siapa aku. Aku adalah Al Masih (Ad-Dajjal) dan aku sudah hampir diizinkan untuk keluar lalu aku akan keluar.” (HR MUSLIM - 5235)
Melihat semua fenomena yang tengah terjadi, maka pertanyaannya adalah: akankah kedatangan Lady Gaga juga bagian dari aksi "teatrikal" untuk mempersiapkan ini semua? Cepat atau lambat semua akan terjawab. Inilah akhir zaman. Allahua’lam.
Oleh, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi (Penulis, The Brain Charger) dikutip dari arrahmah.com